Jumat, 19 Januari 2018

Cinta dalam Kurungan Besi

Tiang - tiang besi ada disekelilingku
Aku terkurung sudah lebih dari 17 tahun
Hari demi hari aku berjuang untuk keluar dari sini

Aku yang terkurung dibalik besi ini
Tidak bolehkah aku mengenal cinta?
Aku ingin merasakannya
Ingin kuresapi hingga ke lubuk hatiku terdalam

Aku pernah melihat seorang pria tampan dengan jaket putihnya
Orang termanis yang pernah melintasi kurungan ini
Wahai engkau pujaan hatiku datanglah kemari
16.01.2018

Kamis, 09 Februari 2017

Kisah Perjuangan Anak FK

Satu langkah ke depan
Dua langkah ke depan
Tiga langkah ke depan
Empat langkah ke depan
Setiap langkahku takkan terhenti
Kedua kakiku melangkah tak kenal lelah
Menapaki setiap batu pijakan yang terlihat
Aku memberanikan diri melangkah
Semua usaha kulakukan
Satu tetes
Dua tetes
Tiga tetes
Lelah, penat, letih, tak pernah usai
Waktu berjalan tanpa terasa
Pagi yang telah menjadi pagi lagi
Siang yang telah menjadi siang lagi
Begitu pula malam
Dari sekian waktu berlalu
Aku belum merasakan malam yang sesungguhnya
Malam untuk istirahatku seakan berlalu begitu saja
Malam dan hilang dengan segera tak berbekas
Yang kurasakan hanya ada 1 malam disaat aku telah melalui 7 siang
Tumpukan kertas yang tak pernah berkurang
Tinta bolpen yang berteriak keras, memintaku untuk segera kuhabiskan
Setiap huruf yang berlari-lari menuju otak dan pikiranku
Buku yang tak pernah berhenti mengetuk kedua kelopak mataku, meminta dibukakan pintu
Sudah tak tahan untuk bertatap muka
Sudah 7 bulan aku berlari
Tak ada waktu untuk lelah
Tak ada waktu untuk sakit
Yang ada hanya waktu untuk berlari semakin cepat menuju ke puncak

Minggu, 25 Desember 2016

Langkah Hati

Awal yang baru tak selamanya indah
Setiap langkah selalu berubah
Keadaan tak kan pernah terulang sama persis
Setiap hembusan nafas sangat berarti
Setiap langkah tak dapat terganti
Sama seperti halnya cinta, tak kan terganti
Telah terukir di hati dan tetap abadi
Banyak cobaan, tapi tinggal bagaimana kita bersikap

Senin, 19 Desember 2016

Kenyataan yang Tak Sesuai Harapan

Waktu berjalan tak selaras dengan harapan. Detik demi detik berlalu, waktu terus melaju.  Kenyataan hidup yang terlalu menyiksa. Mulut terkunci tak dapat berucap. Banyak rahasia hati yang tak pernah terungkap. Semua orang mengatakan yang tak sebenarnya. Ingin berkata tapi air mata telah mendahuluinya. Apa yang terlihat sangat menyesakkan dada. Ingin pergi namun tak dapat pergi. Ingin mengubah kenyataan tapi tak ada yang dapat dilakukan. Tangan dan kaki yang terkunci tak bisa lepas. 

Rabu, 16 November 2016

Tak ada yang bisa jaga hatimu, kecuali dirimu sendiri. Jangan biarkan orang lain menguasainya. Jangan biarkan seorangpun mengambilnya darimu. Siapapun itu, yang mungkin kau pandang dia baik, yang mungkin kau pikir dia yang akan menjaga hatimu. Jangan pernah beri kesempatan untuk mengambilnya darimu. Takkan ada seorangpun yang akan dengan tulus dan sepenuh hatinya menjaganya untukmu. Mungkin mereka berkata dengan meyakinkan akan menjaganya untukmu. Namun, kenyataannya mereka hanya mau untuk kesenangan mereka sendiri. Sebelum semuanya terlambat dan mengakibatkan luka yang mendalam.

Takkan pernah ada obat untuk luka itu dan sampai kapanpun luka itu takkan pernah pulih total. Luka itu akan membekas dan semua cerita merajut luka itu. Jika ada yang datang dan berkata akan menyembuhkan lukamu, jangan kau percayai. Semua itu hanya bohong saja. Mereka berkata demikian karna mereka akan menyembuhkan lukanya sendiri. Setelah lukanya sembuh dan dia bertemu dengan orang yang menjadi pembanding yang lebih baik darimu, ia  akan menuntutmu seperti yang dia mau atau dia akan pergi meninggalkanmu.     
Angin bertiup, tak dapat dikendalikan
Gelombang ombak, tak dapat diselami
Menghisap derita, menelan luka
Berjalan tanpa alas, menapaki duka lara
Dalam stiap nafasku, tiada dusta
Tiap rajutan luka tertanam kuat dalam benakku
Tak seorangpun mengerti hingga jauh ke dalam lubuk hatiku
Setiap manis yang menyimpan pahit
Langkah kaki, gerakan tangan, perasan pikiran dan hati, tak kau hargai
Yang kau kau lihat hanyalah bayangmu
Yang kau rasa adalah nafasmu
Yang kau dengar hanya suaramu
Waktu terus melaju, hari cepat berlalu

Kini yang tertinggal adalah usang