Minggu, 25 Desember 2016

Langkah Hati

Awal yang baru tak selamanya indah
Setiap langkah selalu berubah
Keadaan tak kan pernah terulang sama persis
Setiap hembusan nafas sangat berarti
Setiap langkah tak dapat terganti
Sama seperti halnya cinta, tak kan terganti
Telah terukir di hati dan tetap abadi
Banyak cobaan, tapi tinggal bagaimana kita bersikap

Senin, 19 Desember 2016

Kenyataan yang Tak Sesuai Harapan

Waktu berjalan tak selaras dengan harapan. Detik demi detik berlalu, waktu terus melaju.  Kenyataan hidup yang terlalu menyiksa. Mulut terkunci tak dapat berucap. Banyak rahasia hati yang tak pernah terungkap. Semua orang mengatakan yang tak sebenarnya. Ingin berkata tapi air mata telah mendahuluinya. Apa yang terlihat sangat menyesakkan dada. Ingin pergi namun tak dapat pergi. Ingin mengubah kenyataan tapi tak ada yang dapat dilakukan. Tangan dan kaki yang terkunci tak bisa lepas. 

Rabu, 16 November 2016

Tak ada yang bisa jaga hatimu, kecuali dirimu sendiri. Jangan biarkan orang lain menguasainya. Jangan biarkan seorangpun mengambilnya darimu. Siapapun itu, yang mungkin kau pandang dia baik, yang mungkin kau pikir dia yang akan menjaga hatimu. Jangan pernah beri kesempatan untuk mengambilnya darimu. Takkan ada seorangpun yang akan dengan tulus dan sepenuh hatinya menjaganya untukmu. Mungkin mereka berkata dengan meyakinkan akan menjaganya untukmu. Namun, kenyataannya mereka hanya mau untuk kesenangan mereka sendiri. Sebelum semuanya terlambat dan mengakibatkan luka yang mendalam.

Takkan pernah ada obat untuk luka itu dan sampai kapanpun luka itu takkan pernah pulih total. Luka itu akan membekas dan semua cerita merajut luka itu. Jika ada yang datang dan berkata akan menyembuhkan lukamu, jangan kau percayai. Semua itu hanya bohong saja. Mereka berkata demikian karna mereka akan menyembuhkan lukanya sendiri. Setelah lukanya sembuh dan dia bertemu dengan orang yang menjadi pembanding yang lebih baik darimu, ia  akan menuntutmu seperti yang dia mau atau dia akan pergi meninggalkanmu.     
Angin bertiup, tak dapat dikendalikan
Gelombang ombak, tak dapat diselami
Menghisap derita, menelan luka
Berjalan tanpa alas, menapaki duka lara
Dalam stiap nafasku, tiada dusta
Tiap rajutan luka tertanam kuat dalam benakku
Tak seorangpun mengerti hingga jauh ke dalam lubuk hatiku
Setiap manis yang menyimpan pahit
Langkah kaki, gerakan tangan, perasan pikiran dan hati, tak kau hargai
Yang kau kau lihat hanyalah bayangmu
Yang kau rasa adalah nafasmu
Yang kau dengar hanya suaramu
Waktu terus melaju, hari cepat berlalu

Kini yang tertinggal adalah usang